Nama : Tubagus Fajri Mulyana
Kelas : XI IPA 1
Synopsis
novel “PEDANG RASUL”
Karya
“Jusuf A.N”
Umar, seseorang
yang berasal dari Jakarta yang tergolong masih awam, ia berangkat ke Semarang
berharap mencari penngalaman-pengalaman baru, teman-teman baru, pekerjaan, dan
uang untuk membiayai kuliah adiknya. Dia telah mendapatakan semua itu, juga
mendapatkan apa yang tadinya tidak dia pikirkan: ilmu. Dia di takdirkan bertemu
dengan Syam, bekerja untuknya, dan mengkaji ilmu-ilmu darinya, juga membaca
buku-buku di perpustakaannya secara gratis. Dia pernah hampir jatuh cinta dengan Sonia, janda pemilik warung
makan itu, tapi akhirnya justru iya menikah dengan bosnya sendiri. Almaida.
Di
saat seharusnya dia
hidup nyaman dengan isterinya, beranak-pinak, pergi haji, dan bisa berwisata ke
mana pun suka, justru memilih menyusuri jalan itu. Pedang milik Al-Ma’thur yang
diberikan Rasul dalam mimpinya telah menyeretnya, menanamkan keberanian,
melintasi jalan terjal berliku yang tidak pernah dia duga. Dia pernah hampir
mematahkan lengan polisi, hingga mengenalkan dirinya dengan penjara, dengan
sipir-sipir kelaparan, dan persidangan-persidangan yang berbelit-belit. Sampai
kemudian dia keluar dari tempat itu, menyempatkan bercinta dan tidur bersama
isterinya, sebelum kemudian loncat lewat jendela untuk kembali menyusuri
jalannya menegakkan agama, menjalankan wasiat, mendayagunakan pedang Rasul yang
dititipkan kepadanya.
Dia telah bergabung
bersama sekelompok orang yang mengidamkan tegaknya negara islam di Indonesia,
dan mencampakkan isterinya, saudaranya, dan gadis kecil yang dia cintai itu.
Dia ingin membahagiakan mereka dengan jalanya. Pikirnya, jika Islam tegak di
negeri ini, maka bukan hanya orang-orang yang berjuang yang akan selamat dari
dosa dan bisa hidup sejahtera, tetapi Juga semua rakyay. Harus ada yang
bergerak, sudi di anggap teroris, dan rela jika sewaktu-waktu timah panas
polisi menembus dari kelompok yang menjalakan misi suci itu. Tetapi,
kepercayaan yang selama ini dia yakini kebenarannya. Pertemuannya dengan Rahma
seakan telah membangunkannya dari tidur panjang.
0 komentar:
Posting Komentar