Kamis, 22 Agustus 2013

synopsis novel Pedang Rosul



Nama      : Tubagus Fajri Mulyana
Kelas       : XI IPA 1


Synopsis novel “PEDANG RASUL”
Karya “Jusuf A.N”
          Umar, seseorang yang berasal dari Jakarta yang tergolong masih awam, ia berangkat ke Semarang berharap mencari penngalaman-pengalaman baru, teman-teman baru, pekerjaan, dan uang untuk membiayai kuliah adiknya. Dia telah mendapatakan semua itu, juga mendapatkan apa yang tadinya tidak dia pikirkan: ilmu. Dia di takdirkan bertemu dengan Syam, bekerja untuknya, dan mengkaji ilmu-ilmu darinya, juga membaca buku-buku di perpustakaannya secara gratis. Dia pernah hampir jatuh cinta dengan Sonia, janda pemilik warung makan itu, tapi akhirnya justru iya menikah dengan bosnya sendiri. Almaida.
            Di saat seharusnya dia hidup nyaman dengan isterinya, beranak-pinak, pergi haji, dan bisa berwisata ke mana pun suka, justru memilih menyusuri jalan itu. Pedang milik Al-Ma’thur yang diberikan Rasul dalam mimpinya telah menyeretnya, menanamkan keberanian, melintasi jalan terjal berliku yang tidak pernah dia duga. Dia pernah hampir mematahkan lengan polisi, hingga mengenalkan dirinya dengan penjara, dengan sipir-sipir kelaparan, dan persidangan-persidangan yang berbelit-belit. Sampai kemudian dia keluar dari tempat itu, menyempatkan bercinta dan tidur bersama isterinya, sebelum kemudian loncat lewat jendela untuk kembali menyusuri jalannya menegakkan agama, menjalankan wasiat, mendayagunakan pedang Rasul yang dititipkan kepadanya.
            Dia telah bergabung bersama sekelompok orang yang mengidamkan tegaknya negara islam di Indonesia, dan mencampakkan isterinya, saudaranya, dan gadis kecil yang dia cintai itu. Dia ingin membahagiakan mereka dengan jalanya. Pikirnya, jika Islam tegak di negeri ini, maka bukan hanya orang-orang yang berjuang yang akan selamat dari dosa dan bisa hidup sejahtera, tetapi Juga semua rakyay. Harus ada yang bergerak, sudi di anggap teroris, dan rela jika sewaktu-waktu timah panas polisi menembus dari kelompok yang menjalakan misi suci itu. Tetapi, kepercayaan yang selama ini dia yakini kebenarannya. Pertemuannya dengan Rahma seakan telah membangunkannya dari tidur panjang.

0 komentar:

Posting Komentar

Categories

Labels

Blogger templates